Pengin bagi-bagi tips ringan nich… Bagaimana sih caranya berlangganan koran yang bisa langsung dikirim ke komputer, setiap pagi? Cerita awalnya sih karena sedang bosen aja baca koran online via Google Reader, salah satu layanan aggregator web-based yang biasa saya gunakan. Karena tampilannya terkesan ‘rata’, beda dengan tampilan layout Koran pada umunya. Mulailah coba-coba baca berita melalui EPaper, sebuah layanan harian semacam Kompas dan Jawa Pos yang memperbolehkan anda membaca berita dengan layout yang sama persis seperti koran versi cetak. Umumnya EPaper berbentuk file dalam format .pdf.
Tag Archive for 'internet'
Page 3 of 8
Niat ingsun meng-import template dari forums.cacti.net, keinginan tersebut terpaksa harus ditunda sebentar. Karena ada note “because currently it is not possible to import templates to 0.8.6.x (only 0.8.7)”. Ya daripada ntar kerja dua kali, mending sekalian aja diupgrade dulu deh.
Catatan singkat upgrade cacti dari versi 0.8.6j ke versi 0.8.7d ini sebenarnya tidak berbeda dengan yang ada didokumentasi cacti. Bedanya ini lebih mudah, karena Cacti diinstal di mesin Windows. Inti dari upgrade cacti seperti upgrade aplikasi-aplikasi web lainnya: backup database (optional), update direktori Cacti itu sendiri, copy kembali file-file script,template, dan data dari direktori Cacti yang lama, penyesuaian kembali database via web browser.
Berikut langkah-langkah upgrade Cacti under Windows
#1 Download versi terakhir di cacti.net
#2 Backup database mysql Cacti
mysqldump -u root -p cacti > cactibackup.sql
#3 Backup folder cacti yang lama, misal menjadi cacti_old
#4 Ekstrak rilis terakhir Cacti yang sudah didownload, dan rename sesuai dengan nama folder cacti yang lama, misal cacti
#5 Sesuaikan konfigurasi koneksi database pada file include/config.php
$database_type = “mysql”;
$database_default = “cacti”;
$database_hostname = “localhost”;
$database_username = “cactiuser”;
$database_password = “cacti”;
#6 Salin file *.rrd yang tersimpan di cacti_old/rra/ di folder cacti yang baru cacti/rra/
#7 Salin beberapa script dari Cacti lama cacti_old/scripts/ ke Cacti baru cacti/scripts/. Pastikan tidak menumpuk file script yang sudah tersedia di Cacti baru dengan versi yang lebih baru. Karena biasanya ada perubahan pada setiap rilis Cacti. (Untuk hal ini kayaknya labih mudah dilakukan di Linux)
#8 Salin file XML dari Cacti lama cacti_old/resource/ ke Cacti baru cacti_old/resource/. Pastikan tidak menumpuk file yang sudah tersedia di Cacti baru. Karena biasanya ada perubahan pada setiap rilis Cacti.
#9 Browse alamat Cacti untuk penyesuaian database dan konfigurasi. Kali ini yang perlu dilakukan adalah klik ‘next’ dan ‘next’.
http://server-anda/cacti
Pagi ini beberapa komputer tdak dapat melakukan akses ke internet, khususnya web. Karena dari komputer saya akses internet lancar, jadi belum ambil pusing deh. Tetep asik sama kerjaan dimonitor. Tapi hanura (hati nurani) nggak bisa tinggal diam.
Kenapa koq komputer yang lagi saya pake bebas internetan sedang komputer yang lain bermasalah?? Suspect kuat mengarah ke Squid Proxy. Kebetulan komputer yang saya pakai memang “entah mengapa” route-nya tidak dibelokkan ke arah proxy. Dan memang hanya port 80 (http) aja routenya dibelokkan ke proxy server. Setelah route-map policy untuk membelokkan akses web ke proxy dihilangkan, semua lancar.
Investigasi berlanjut ke server Squid Proxy — distro yang digunakan adalah Fedora (fc6). Memang ini server nggak ada yang ngurusin, case ini sudah terjadi kali kedua.
Cek ukuran direktori spool squid
# du -sh /var/spool/squid
Cek sisa harddisk
# df –k
Ternyata kapasitas tersisa harddisk tinggal 0%. Agenda hari ini jadi berubah deh, kita mulai proses memebersihkan cache squid.
#1 Harapannya agar besok gak jadi masalah lagi, cache_dir pada squid.conf dikurangi. semoga kedepannya nanti gak perlu lagi uta-atik squid.
#2 Matikan proses Squid
# /etc/init.d/squid stop
atau
# squid –k stop
#3 Hapus direktori swap Squid, yang umumnya tersimpan pada direktori /var/spool/squid
# rm -fdR /var/spool/squid/
#4 Bangun kembali direktori swap yang sebelumnya dihapus
# squid -z
2009/04/01 11:12:38| Creating Swap Directories
FATAL: Failed to make swap directory /var/spool/squid: (13) Permission denied
Squid Cache (Version 2.6.STABLE13): Terminated abnormally.
CPU Usage: 0.001 seconds = 0.001 user + 0.000 sys
Maximum Resident Size: 0 KB
Page faults with physical i/o: 0
Ternyata muncul notifikasi error “Permission denied”. Terpaksa deh buat manual dulu direktori swap tersebut. Jangan lupa ganti pemilik direktori tersebut sesuai dengan user Squid (kebetulan cache_effective_user dikonfigurasi adalah squid). Kalau tidak, proses rebuild direktori swap dengan perintah “squid –z” akan mendapati notifikasi error yang serupa.
# mkdir /var/spool/squid
# chown squid /var/spool/squid
Ulangi lagi proses rebuild swap
# squid -z
2009/04/01 11:16:52| Creating Swap Directories
#5 Alhamdulillah, kali ini sukses. Sekarang jalankan lagi proses squid. Selesai sudah pembersihan cache squid proxy.
# /etc/init.d/squid start
Setelah route-map policy pada router dikembalikan, dan cek akses web normal, selesai sudah rangkaian agenda yang tidak terjadwal ini.
Usut punya usut, ternyata yang bikin space harddisk Proxy habis adalah Sarg. Target utama: direktori sarg-backup yang tersimpan di /home dihapus. Kapasitas sisa yang didapat bisa sampai 50%. Tapi setelah sehari koq muncul lagi ya??? Cek crontab deh
# crontab -l
00 00 * * * cp -r /var/www/sarg /home/hafidz/sarg-backup
Ternyata ini to yang bikin harddisk penuh, hapus aja lah
# crontab -e
Selesai sudah… seharusnya masih nggak perlu menghapus direktori cache Squid hehehe… Besarin lagi dech cache_dir di squid.conf.
Hihihihi….. sebenere posting gak penting banget. Maklum, ini hari ngantor terakhir sebelum Lebaran *apa hubungannya yak* hihihi….
Hari ini sdh mbayar perpanjangan domain hafidz.web.id. Lima puluh ribu perak mas untuk 2 tahun. Secara transfer via ATM minimal ya segitu, jadi sekalian. Hehe…. murah daripada domain .com. (masih punya satu domain .net nganggur sih…)
Trus juga sudah mintol ke temen di hostingan buat konfirmasiin pembayaran ke PANDI *soalnya gak punya login PANDI buat domainku yang satu ini*
Eh… siang ini dah dapet email dari PANDI nih. Bunyi email yang pertama :
Yang Terhormat Mohammad Hafidz null,
Permohonan perpanjangan nama domain hafidz.web.id akan diproses setelah melakukan pembayaran.
Harap melakukan transfer pembayaran dengan informasi sebagai berikut :
PANDI Pengelola Nama Domain Internet Indonesia…..bla…bla
Bewh… mentang2 nama ane ngga panjang, dikasih hadiah deh sama mas PANDI. Sayangnya, nggak ada maknanya: null hihihihi…. Gak papa deh, kesalahan kecil ini gakada artinya dibandingkan service yang cepat dari PANDI. Apalagi sudah diralat diemail kedua, gak sampe sejam kemudian:
Yang Terhormat Mohammad Hafidz,
Selamat, pembayaran atas permohonan perpanjangan nama domain anda telah dikonfirmasi.
Nama domain hafidz.web.id anda berlaku hingga 2010-09-30.
Terimakasih telah menggunakan nama domain .id.
Tim Domain .id
PANDI
Sekalian kasih selamat domain hafidz.web.id telah selesai diperpanjang.
Thanks untuk pelayanan yang memuaskan!!
Jika Mail Server terinstal di belakang PIX Firewall, berarti ada ‘hal kecil’ berikut yang perlu diperhatikan.
SMTP Fixup protocol pada PIX akan memblock ESMTP. PIX akan memfilter EHLO command dari client. Kemudian client menggunakan HELO yang tidak bisa melakukan autentikasi. Hal ini akan menyebabkan protokol seperti STARTTLS dan AUTH LOGIN nggak bisa jalan dibelakang PIX. Test sent email via Outlook melalui Network yang dipisahkan PIX akan selalu gagal waktu proses SMTP AUTH. PIX juga akan menyebabkan delay yang tinggi dan tidak ada respon dari Mail Server.
Delay itu bisa disebabkan oleh packet fragmentation dari packet filtering. Contoh sederhana untuk melihat bagaimana filtering dilakukan oleh PIX adalah dengan telnet ke port 25 mail server.
telnet mail.hafidz.web.id 25
220 hafidz.web.id ESMTP Postfix (2.5.1)
Jika ESMTP terfilter oleh PIX hanya akan muncul:
220 XXXX
PIX akan mereplace EHLO command menjadi XXXX. SMTP sederhana saja yang akan bekerja, sedang Extension tidak.
Pada CISCO PIX, untuk mengatasi hal ini gunakan saja command :
no fixup protocol smtp 25
Referensi problem ESMTP dan Firewall:
chris-linfoot.net
greatcircle.com
gordano.com
support.mricrosoft.com
blogs.technet.com
Bacaan lainnya:
netcraftsmen.net
seclists.org
cisco.com PIX 6.1
cisco.com mailserver
Cisco.com Firewall Basic
cisco.com PIX 7







Komentar terakhir