Short posting bentar tentang Microsoft Update. Kebetulan saya saat ini mengaktifkan Microsoft Update dan kemarin (tanggal 14 oct 09) ada notifikasi software update beberapa produk Microsoft diantaranya: MS Office, Windows Media Player, Internet Explorer, dan OS Windows XP sendiri. Yang kalo ditotal kira-kira ada 18 update.
Memang terkadang setelah melakukan update produk Microsoft langsung terasa dampaknya. Sayangnya… itu bukanlah hal yang positif. Seperti yang kemarin saya alami.
Kegiatan remote ke komputer lain adalah salah satu aktivitas yang sering saya lakukan. baik itu menggunakan aplikasi Remote Desktop Connection bawaan Windows, maupun menggunakan tools yang lain. Kemarin, setelah komputer restart sehabis instal update, si Windows kembali berulah. Koneksi remote menggunakan Remote Desktop menjadi intermittent (putus – nyambung – putus – nyambung – putus)….aaarggh!!! Baik itu remote ke komputer saya maupun dari komputer saya kemana aja.
Continue reading ‘Windows update bikin repot’
Judule emang agak mbulet lan mbingungi. Hehehe… rak popo yo, mangsute ngene ki lho. Sudah diedit, jadi semoga judul yang ini lebih baik
.*Bismillah* Di sistem terinstal dua versi MS Office: 2003 dan 2007. Karena Office 2007 diinstal belakangan, jadi setiap dobel klik dokumen, versi Office yang terbuka itu 2007. Padahal kite-kite pingin yang jadi default itu ya Office 2003.
And the story begins…
Beberapa bulan terakhir ini memang saya terpaksa menginstal Microsoft Office Excel 2007 melengkapi Office 2003 saya *kebetulan ada sertifikat lisensinya koq :p*.
Sebelumnya sih saya sempat menginstal office compatibility pack dari situsnya Microsoft. Lumayan buat buka dokumen yang nggak sengaja disimpan kedalam format openxml. Tapi ini masalah lain, akhirnya saya terpaksa menginstal Office 2007 (cuman Excel-nya doank) karena membutuhkan fitur yang dimilikinya.
Continue reading ‘Antara Office 2003 dan 2007: program default’
Nomor StarOne Semarang sekarang udah bisa kring ke PSTN SLJJ. Setelah sebelumnya baru bisa PSTN lokal, sekarang Starone area Semarang udah bisa kring ke semua operator dan semua area. Kita tunggu aja kedatangan operator-operator baru di Semarang seperti Ceria, Esia dan mungkin juga Hutchinson.
Banjir yang melanda Jakarta kemarin ternyata juga menular ke Cikarang. Kebetulan barang-barangku masih di Cikarang. Ya.. Akhirnya basah berlumpur deh. Termasuk komputerku, sampai sekarang masih kotor, walaupun udah bisa hidup lagi. Waktu maen ke Cikarang dalam rangka angkut-angkut barang, menurut tetangga sih, banjir bandang di Jababeka (perumahan tempat aku tinggal di Cikarang) kemaren juga karena banjir kiriman dari Bogor.
Dapet info juga, katanya, banjir kemaren karena pintu air Lemah Abang telat dibuka. Baru paginya pintu air dibuka setelah pihak developer Jababeka turun tangan. Surut deh banjir di Jababeka.
Tapi bukan pintu air itu yang mau aku omongin disini. Disini aku mau ngomong pintu air interkoneksi. Yap, akhirnya interkoneksi Starone area Semarang ke Telkom Group (Telkomsel, Flexi, PSTN) udah dibuka. Ikut lega deh nomer Staroneku nggak cuman bisa buat internetan aja. Sekarang juga udah bisa buat ngomong ma Pleki, telepon rumah, atau ke produknya Telkomsel. SMS ke Telkomsel udah bisa dari dulu. Kalo soal tarif gatau dech, lihat aja di mystarone.com. Aku anggap dibukanya interkoneksi ini hadiah dari Telkom soalnya kemaren abis lulus CCNA… hehehe!
Maap kalo berbau promosi yah. Intinya, sesama Starone alangkah baeknya kalo telpun-telpunan aja. Daripada sms mahal! 100 perak!
Oya, tulisan-tulisan yang menyudutkan operator laen udah di sensor sebelum sempat ditulis. Nggak enak mengandung SARA. Last but not least, pasarlah yang menentukan.
Kejadiannya waktu posting ini (sekitar jam 3:00 pagi! kurang kerjaan banget ya! abis posting trus bobo’). Seperti biasa, karakter seperti aku ini selalu cari cara yang lebih gampang
(walaupun kenyataannya lebih ribet), termasuk waktu nulis postingan. Dalam postingan tersebut ada baris-baris yang merupakan command dalam Cisco. “Kayaknya bagus nih kalo baris-baris command kayak gini standarnya pake font Courier New”, gitu pikirku.
Pengin cari gampangnya, baris-baris command itu aku copy paste di OpenOffice.org Writer, jadiin font-nya Courier New, trus copy paste ke editornya WP (malah ribet kaan). Jadinya ternyata diluar dugaan. Yang harusnya fontnya ganti eh malah nggak ada perubahan. Aku bandingin sama tulisan-tulisan dibawahnya. Wuih kaget juga koq font tulisan-tulisan dibawahnya (judul-judul yang lain) jadi Courier New! Wah! Sidebarnya juga! Padahal pas pake Word sebelum-sebelumnya nggak ada masalah. Jadinya aku edit lagi manual pake tag font
“Visual rich editor“-nya WP koq gak ada fasilitas buat ganti font ya. Nggak “rich” banget! Ada plugin nggak buat kayak gini?
Komentar terakhir