Percobaan si bata merah di Karimun (DIY instalasi MSD6AL)

CAPACITIve DIsChArge
The MSD 6 Series Ignitions feature a capacitive discharge ignition design. The majority of stock ignition systems are inductive ignitions. In an inductive ignition, the coil must store and step up the voltage to maximum strength in between each firing. At higher rpm, since there is less time to charge the coil to full capacity, the voltage falls short of reaching maximum energy which results in a loss of power or top end miss.
The MSD Ignition features a capacitor which is quickly charged (within one millisecond) with 460 – 480 volts and stores it until the ignition is triggered. With the CD design, the voltage sent to the coil is always at full power even at high rpm.
MuLTIPLe sPArks
The MSD 6 Series produces full power multiple sparks for each firing of a plug. The number of multiple sparks that occur decreases as rpm increases, however the spark series always lasts for 20° of crankshaft rotation. Above 3,000 rpm there is simply not enough "time" to fire the spark plug more than once, so there is only one powerful spark.

MSD 6AL “si bata merah” yang akan coba dipasang adalah tipe analog PN 6420 (keluaran lama). Dengan MSD 6AL, busi akan mempercikkan api lebih banyak dalam setiap langkah pengapian, hingga 19 spark. Durasi spark lebih panjang hingga 20° putaran crankshaft. Misfire bisa sangat minim terjadi.

Yang penting settingan AFR jangan terlalu lean aja mungkin.. dengan upgrade kualitas spark, suplai BBM juga harus diimbangi.

Harapan setelah terpasang adalah pembakaran lebih sempurna, karena BBM yang terbakar lebih banyak, tenaga meningkat  dan ujung-ujungnya konsumsi BBM lebih efisien. Tapi simple aja buat sih yang penting pembakaran lebih sempurna n lebih irit aja… semoga :D

msd6alMSD 6AL PN 6420 primary  voltage 460 – 480 Volt, current draw 1amp/1000rpm, spark energy 105 – 115 mj

6420 vs 6425 Perbandingan MSD 6AL PN 6420 dan 6425

msd-tach-adapter

MSD Tach Adapter PN 8910, wajib dipasang biar tacho karimun bisa membaca RPM. berfungsi sebagai pengganti koil. sebagai alternatif bisa menggunakan trafo atau koil mati.

trafo Trafo, kalau tidak punya Tach Adapter bisa dicoba pake ini. Rencana mau coba batal… hehehe

Oke.. sekarang mulai DIY instalasi MSD 6AL under the Karimun’s hood. Setelah melewati pertimbangan panjang antara mau pasang di dalam kabin atau di kompartemen mesin.. akhirnya si bata merah akan dipasang dibalik kap mesin. (kayaknya suhu-suhu karimun yang pasang bata merah nggak ada yang ditempatkan di ruang mesin, antara di bawah dashboard, di ruang ban cadangan, atau di dek bagasi… bismillah..)

msd-6al-6420-8910-wiring

Wiring diagram MSD 6AL with Tach Adapter. Pelajari dulu  wiring MSD 6AL dan Karimun.. jangan sampe salah colok hehehe..

wiring-koil

wiring kabel koil Karimun, yang (+) warna hitam-putih, (–) warna orange-putih. kondisi kabel masih berantakan :D

plat braket

Plat untuk braket modul sudah disiapkan, lanjut proses pembersihan n pengecatan

braket

Persiapan braket buat MSD 6AL dan tach adapter

braket-terpasang Braket sudah terpasang… posisinya yang lumayan susah, nylempit, sampe gemrobyos TT

msd-6al-terpasang Si Bata Merah terpasang, sambungin dulu kabel2nya

msd-6al-siap-test-drive msd-6al-siap-test-drive2 Akhirnya.. tinggal finalisasi rapiin kabel. Sudah bisa test drive sekarang

Test drive pertama, top speed lebih cepat dicapai walaupun jalan menanjak dan ternyata ban kurang angin. Belum sempet tune up, sementara menggunakan settingan eksisting, dengan busi masih standar.

busi-ngk-bp5ey

Akhirnya.. ada juga waktu buat tune up, cek busi standar yang masih nempel, saya pake NGK BP5EY (versi lanjutan NGK BP5ES bawaan Karimun)

Kondisi busi masih ok pertanda pembakaran sempurna, gap (masih) 0.7 – 0.8 mm (ternyata ngga rata semua busi dulu pas pasang lupa setel gap). Ternyata busi standar dihajar koil aftermarket + modul MSD 6AL masih ok aja tuh hehehe.. Nggak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Mungkin nantinya perlu ditest maksimal lifetime busi standar vs koil aftermarket + msd 6al. Busi standar NGK BP5EY dah diuji pakai koil aftermarket (jacobs ultra coil / crane cams ps91) + kabel busi low resistance (MSD 8.5 mm / accel pro 8.8 mm) masih tahan sampai 25.000 km pemakaian normal sehari-hari. Tested by Karimuner magelang yang juga sering bolak-balik Semarang.

Hmm.. berhubung sudah disiapin busi iridium denso IW20, sekalian tempel aja. Bawaan bungkus  gap 1.0 mm, coba setel sekalian jadi 1.1 mm. Idealnya sih perlu eksperimen buat nentuin stelan gap…

Spark Plugs: Choosing the correct spark plug design and heat range is important when trying to get the best performance possible. Since there are so many engine combinations and manufacturers, MSD does not recommend which plug or gap is exactly right for your application.

It is recommended to follow the engine builder or manufacturer’s specification for spark plugs. With that, you can then experiment with the plug gap to obtain the best performance. The gap of the plugs can be opened in 0.005" increments, then tested until the best performance is obtained. MSD judges the plug gap by compression and components:

settingan-gap-busi

Sekalian klep disetel ulang di 20/25 in/ex. Setelan sebelumnya ternyata sudah agak geser. Timing dibikin maju dari setelan sebelumnya. AFR belum sempet diutak-atik.

Test drive lagi… hasil FC lebih irit.. tapi gak tau hasil dari mana ya.. ada beberapa rubahan: setelan klep, ganti busi, isi angin ban, etc :D

Setting-setting lagi.. timing pengapian yang sempet dibikin advance akhirnya dimundurin lagi (cuman pake feeling aja ngga ada timing light.. hiks..). Cari yang smooth aja deh tarikannya (biar penumpangnya betah). AFR direset ulang, tetep dibuat sedikit agak RICH. (settingan sebelumnya ternyata terlalu RICH.. maklumlah belum sempet diapa2in hehe).

Test Drive lagi…

2 Responses to “Percobaan si bata merah di Karimun (DIY instalasi MSD6AL)”


Leave a Reply