Tag Archive for 'Cisco'

Cacti: Utilisasi E1 Channel Cisco AS5300

Setelah mata dan jemari terpaku di thread jadul forums..net yang ngebahas utilisasi channel e1 di Cisco , hati ini tergerak buat nyobain. Berhubung ada / yang masih nganggur kurang diperhatiin.

Dari informasi thread tadi, template bisa diunduh dari url ini, atau dari template yg diattach di thread tersebut. Setelah diimport di Cacti, template berjalan baik di salah satu AS5300. Tapi saat dicoba di AS5350 grafiknya koq kosongan ya… :bingungs. Cek log file cacti, ternyata fail.

Usut punya usut, card E1 di AS5350 dipasang di slot 1, jadi OID bawaan template tersebut diatas perlu diedit.

.1.3.6.1.4.1.9.10.19.1.1.9.1.3.0.0

Dua digit paling belakang di OID tersebut adalah slot dan port E1 yang akan dicapture. Jadi kalo slot 1, OID menjadi: .1.3.6.1.4.1.9.10.19.1.1.9.1.3.1.0

Untuk menghargai pembuat template sebelumnya, saya tinggal edit aja template yang sudah ada :p Berhubung template eksisting terpakai buat AS5300 yang lain, harus dibuat template terpisah. Jadi template eksisting harus diduplikat baru diedit:

1. Masuk Data Templates di console Cacti, duplikat semuanya..
2. Edit nama dan OID buat masing2 port E1
3. Masuk Graph Templates di console Cacti, duplikat
4. Edit nama graph, edit graph item ganti data source dengan data template yang sudah dibikin sebelumnya
5. Sudah siap pakai

Oia, jangan coba edit lewat file template .xml. Kalo sekedar ganti nama2 graph, data dan oid, hanya akan numpukin template eksisting. Gak masalah kalo template eksisting gak kepake.

Template langsung jalan di AS5300

cacti cisco as5300 channel in use

Template setelah diedit untuk AS5350

cacti cisco as5350 channel in use

Template dari kontributor lain di thread, setelah disesuaikan OIDnya dan diedit menjadi 4E1

 cacti cisco as5350-2 channel in use

catatan: Cacti yang saya pake masih versi 0.8.7d

Bacaan lain:
http://forums.cacti.net/viewtopic.php?t=20443
http://www.barryodonovan.com/index.php/2007/03/31/cacti-as5300-e1-use
http://umbl.blogspot.com/2010/01/cacti-graph-for-e1s-on-cisco-as5350.html

Blocking Ultrasurf under Cisco

I hate this title :( …sometimes…

logo Cisco adalah milik Cisco System Liburan panjang kemarin membuat kang Dadang agak terlambat untuk berbagi kepada saya langkah apa yang sudah dilakuin buat ngatasin ‘masalah Ultrasurf’. Ya… ya… memang hebat! ada yang benci, ada juga yang cinta. Kalo saya sih terus terang termasuk yang cinta :-p

Btw, dicerita sebelumnya kang Dadang sedang dilemma buat mengatasi masalah filterisasi Ultrasurf tadi. Ada empat opsi sempat membayangi isi kepalanya:

  • Pertamax: block seluruh port 443 (SSL)
  • Keduax: block IP server-server Ultrasurf.
  • Ketigax: block via Antivirus Client yang terinstall pada masing-masing komputer.
  • Keempat: Konfigurasi ulang n Firewall. Semua akses klien diblok kecuali lewat Server.

Continue reading ‘Blocking Ultrasurf under Cisco’

Dilemma sang satpam

Ultrasurf - proxytool Di satu hari yang mendung dua satpam sedang duduk bersama. Yang satu bernama Ujo, sedang temannya Dadang. Dadang sedang curhat secuil masalah yang jadi salah satu tanggungjawabnya ditempat dia kerja.

Satpam1: Jo, gw ada masalah dikit nih, bisa bantuin ngga?

Satpam2: Ono masalah opo to Dang… pie, mugo2 wae gw bisa bantu!

Satpam1: Ngene Jo, gw alergi sama yang namanya ultrasurf. Tapi gw gak bisa ngeblock tuh proxytool lewat gw…!

Satpam2: Wedalah! kog bisa gitu Dang!! Segitu canggihnya ya tu ?

Satpam1: Ya nggak gitu… masalahnya tu proxytool buka koneksi outbond ke port 443. Lha ditempat gw yang lewat si cumi cuman port 80. Sudah gw pastiin di /var/log/squid/access.log yang ada cuman koneksi web biasa sama https via browser. Gw tes koneksi di access.log ga ada niih!!

squid cache proxy

Satpam2: Oooh begono to…! ga biasanya lo pusing ama yang beginian. Lha dulu-dulu gemana?

Satpam1: Dulu si ultrasurf nembak ke proxy sebelah, jadi internet gw bebannya gak terlalu berat :p Nah sekarang tu proxy sebelah akhirnya bisa ngeblok ultrasurf.

Continue reading ‘Dilemma sang satpam’

Filecrop – search engine untuk rapidshare

Ngga sengaja nemuin tool search engine ini waktu iseng lihat-lihat daftar situs referrer blog ini. Ternyata salah satu halaman blog saya yang berisi IOS tampil disitu *duh :D

Tool search engine yang bertajuk Filecrop dilihat dari keterangan situsnya sih berguna buat cari file-file yang tersimpan dibeberapa situs filehosting macam atau Megaupload. Tapi apa tool ini memang efektif…?

filecrop

Sepintas, search engine ini kayaknya asyik juga, test sebentar menggunakan menggunakan beberapa kata kunci langsung menunjukkan beberapa potensi positif. Waktu query yang sangat singkat dengan hasil yang akurat, dan tampilan yang simple membuat Filecrop menjadi search engine yang bermutu, setidaknya menurut saya. Berbagai judul file yang sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan langsung tampil, baik itu berekstensi RAR, ZIP, CHM, , BIN, MP3, dan seterusnya :D

Pengujian subjektif beberapa search engine menggunakan satu frasa “Cisco IOS” antara Filecrop, Rapidlibrary, Filez, Megarapidsearch, Rapid4shared menunjukkan hasil bahwa Filecrop yang terbaik. Karena tampilannya yang ringkas.

Patut dicoba:
rapidshare-search-engine.com
rapidlibrary.com
megarapidsearch.com
avilib.com
rapid4shared.com
filez.com *not recommended :p
Daftar search engine lebih lengkap:
google.co.id

*Maap posting basbang ^^

Unscheduled agenda: Clear Cache Squid Proxy

Pagi ini beberapa komputer tdak dapat melakukan akses ke , khususnya web. Karena dari komputer saya akses lancar, jadi belum ambil pusing deh. Tetep asik sama kerjaan dimonitor. Tapi hanura (hati nurani) nggak bisa tinggal diam.

Kenapa koq komputer yang lagi saya pake bebas internetan sedang komputer yang lain bermasalah?? Suspect kuat mengarah ke . Kebetulan komputer yang saya pakai memang “entah mengapa” route-nya tidak dibelokkan ke arah . Dan memang hanya port 80 (http) aja routenya dibelokkan ke server. Setelah untuk membelokkan akses web ke proxy dihilangkan, semua lancar.

Investigasi berlanjut ke server Proxy — distro yang digunakan adalah Fedora (fc6). Memang ini server nggak ada yang ngurusin, case ini sudah terjadi kali kedua.

Cek ukuran direktori spool squid

# du -sh /var/spool/squid

Cek sisa harddisk

# df –k

Ternyata kapasitas tersisa harddisk tinggal 0%. Agenda hari ini jadi berubah deh, kita mulai proses memebersihkan cache squid.

#1 Harapannya agar besok gak jadi masalah lagi, cache_dir  pada squid.conf dikurangi. semoga kedepannya nanti gak perlu lagi uta-atik squid.

#2 Matikan proses Squid

# /etc/init.d/squid stop

atau

# squid –k stop

#3 Hapus direktori swap Squid, yang umumnya tersimpan pada direktori /var/spool/squid

# rm -fdR /var/spool/squid/

#4 Bangun kembali direktori swap yang sebelumnya dihapus

# squid -z
2009/04/01 11:12:38| Creating Swap Directories
FATAL: Failed to make swap directory /var/spool/squid: (13) Permission denied
Squid Cache (Version 2.6.STABLE13): Terminated abnormally.
CPU Usage: 0.001 seconds = 0.001 user + 0.000 sys
Maximum Resident Size: 0 KB
Page faults with physical i/o: 0

Ternyata muncul notifikasi error “Permission denied”. Terpaksa deh buat manual dulu direktori swap tersebut. Jangan lupa ganti pemilik direktori tersebut sesuai dengan user Squid (kebetulan cache_effective_user dikonfigurasi adalah squid). Kalau tidak, proses rebuild direktori swap dengan perintah “squid –z” akan mendapati notifikasi error yang serupa.

# mkdir /var/spool/squid
# chown squid /var/spool/squid

Ulangi lagi proses rebuild swap

# squid -z
2009/04/01 11:16:52| Creating Swap Directories

#5 Alhamdulillah, kali ini sukses. Sekarang jalankan lagi proses squid. Selesai sudah pembersihan cache squid proxy.

# /etc/init.d/squid start

Setelah pada router dikembalikan, dan cek akses web normal, selesai sudah rangkaian agenda yang tidak terjadwal ini.

Usut punya usut, ternyata yang bikin space harddisk Proxy habis adalah Sarg. Target utama: direktori sarg-backup yang tersimpan di /home dihapus. Kapasitas sisa yang didapat bisa sampai 50%. Tapi setelah sehari koq muncul lagi ya??? Cek crontab deh

# crontab -l
00 00 * * * cp -r /var/www/sarg /home/hafidz/sarg-backup

Ternyata ini to yang bikin harddisk penuh, hapus aja lah

 # crontab -e

Selesai sudah… seharusnya masih nggak perlu menghapus  direktori cache Squid hehehe… Besarin lagi dech cache_dir di squid.conf.

Technorati Tags: ,,