Monthly Archive for May, 2005

21 Ingredients of success

Udah basi siih. artikel lamanya dari situs channel indonesia dan jakarta. mungkin anda udah pernah baca. tapi terlepas dari udah pernah baca atau belum, lumayan deh buat kasih motivasi diri :)

1. Marry the right person; this decision will determine 90% happiness or misery :D
2. Give people more than they expect
3. Become the most positive and enthusiastic person you know.
4. Be forgiving of yourself, and others.
5. Be generous.
6. Have a grateful heart.
7. Persistence, persistence, persistence
8. Dicipline yourself to save money on even the most modest salary.
9. Treat everyone you meet like you want to be treated.
10.Commit yourself to constant improvement.
11.Commit yourself to quality.
12.Be loyal.
13.Be honest.
14.Be a self starter.
15.Be decisive if it means you will sometimes be wrong.
16.Stop blaming others. Take responsibility for every area of your life.
17.Take good care of those you love.
18.Don`t do anything that wouldn`t make your parents proud.
19.Work at something you enjoy and that`s worthy of your time, and talent.
20.Be bold, and courages. When you look back on you life, you`ll regret the things you didnt do more than the ones you did.
21.Understand that happiness is not based on possessions, power, or prestige, but on relationships with people you love, and respect.

:D

Pesona Taman Laut Pulau Seribu

Taman Nasional Kepulauan Seribu merupakan salah satu perwakilan kawasan pelestarian alam bahari di Indonesia yang terletak kurang lebih 45 km sebelah Utara Jakarta. Kawasan wisata bahari tersebut kini sedang dibayangi pencemaran pulau dan sepinya pengunjung akibat bencana alam yang menimpa Indonesia akhir-akhir ini.

Wilayah Indonesia yang terdiri dari gugusan kepulauan memiliki daerah wisata berupa taman laut yang kaya dengan keanekaragaman biota laut. Beberapa taman laut itu adalah Kepulauan Seribu, Taman Laut Bunaken, Karimunjawa, Taman Laut Wakatobi, Takabonerate, dan Cenderawasih. Wisata taman laut itu menjadi salah satu tempat favorit diving.

Taman Laut Pulau Seribu
Namun akibat gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004 lalu, prospek wisata taman laut di tanah air belum memberikan kabar gembira bagi para pelaku bisnis pariwisata, khususnya pemilik cottage atau resort. Karena kekhawatiran masih membayangi sejumlah turis baik lokal maupun mancanegara untuk berpergian ke sejumlah lokasi yang dekat dengan laut.

Sebut saja, Pulau Seribu yang terletak 45 km sebelah utara Jakarta ini mempunyai nilai konservasi yang tinggi karena keanekaragaman jenis dan ekosistemnya yang unik dan khas. Kepulaun Seribu mempunyai luas wilayah 1.180,80 ha (11,80 km2) dengan jumlah penduduk 15.600 jiwa, terdiri 105 pulau yang tersebar dalam 4 kelurahan.

Kondisi sumber daya alam di Pulau Seribu menyimpan potensi, terutama di sektor perikanan dan sektor pariwisata. Kegiatan wisata bahari telah dikembangkan di Kepulauan Seribu, seperti pemancingan, rekreasi laut dan pulau, sepeda air, diving (penyelaman), selancar angin dan snorkelling.

Di kawasan perairan Teluk Jakarta, akomodasi pariwisata berupa hotel dan cottage dapat mudah ditemui di pulau-pulau yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata bahari, seperti Pulau Alam Kotok, Anyer, Bidadari, Bira Besar, Pantara, Matahari, Putri dan Sepa.

Kemudahan akses dari Jakarta melalui Pantai Marina Ancol ke Kepulauan Seribu, membuat industri wisata bahari di kepulauan tersebut meningkat cukup pesat. Dengan jarak waktu tempuh dari setengah hingga tiga jam menggunakan speed boat, kita dapat menikmati indahnya pemandangan laut di Teluk Jakarta ini.

Namun dalam tiga bulan terakhir ini sejak bencana tsunami di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD), wisata bahari di Kepulauan Seribu juga terimbas dengan bencana dahsyat tersebut. Penurunan jumlah pengunjung yang cukup signifikan diakui oleh salah seorang pemandu wisata di sebuah resort di Kepulauan Seribu.

Sepinya pengunjung dirasakan terutama di hari-hari biasa, sedangkan menjelang liburan weekend, tingkat kunjungan turis ke Kepulauan Seribu secara perlahan-lahan mulai meningkat. Baru-baru ini, saat melakukan perjalanan ke sebuah Pulau Seribu yang lokasinya paling jauh dari Jakarta, terlihat lebih banyak turis mancanegara yang menghabiskan liburan akhir pekannya di salah satu resort di ujung Teluk Jakarta ini.

Misalnya Mrs Joo Hjun Heo, warga Korea Selatan yang bekerja di wilayah industri Cikarang ini mengaku berliburan bersama isteri dan dua anak mereka. Saat ditanya mengapa memilih menghabiskan weekend-nya di Pulau Seribu, Joo dengan singkat mengatakan keindahan yang ditawarkan dari pulau tersebut. Jernihnya air laut dan ikan-ikan yang berkeliaran di permukaan air menjadi daya tarik sendiri yang dapat ditemui di Pulau Seribu.

Belum lagi sejumlah aktifitas wisata bahari seperti diving, jet ski, canoeing, snorkelling dan pemancingan yang bisa ditawarkan pengelola resort Kepulauan Seribu. “Tapi dari semua itu, yang membuat kami datang ke Kepulauan Seribu adalah anak-anak kami bisa menikmati liburannya, terutama memiliki kesempatan memberikan makan ikan-ikan yang berkeliaran di permukaan air laut,” ujar Joo.

Fasilitas, aktifitas maupun keindahan laut yang tersedia memang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi turis untuk mengunjungi Pulau Seribu. Namun dari semuanya itu, keramah-tamahan dari pengelola resort selaku tuan rumah juga menjadi dasar pertimbangan turis untuk mengunjungi lokasi wisata. Seperti turis asal Taiwan ini, Lie Hwa.

Datang bersama dengan dua temannya asal Indonesia yang menuntut ilmu di negaranya, Lie Hwa mengaku kunjungan kali ini merupakan kedua kalinya. “Saya sangat senang dengan pelayanan dan keramah-tamahan staf resort ini. Yang pasti tidak kalah dengan pelayanan di resort-resort yang ada di Bali. Saya suka itu,” ungkap Lie Hwa dalam bahasa Inggris yang terbata-bata.

Untuk saat ini, wisata bahari di Kepulauan Seribu lebih banyak dinikmati oleh turis mancanegara, khususnya Asia. Kurangnya promosi mungkin bisa dikatakan alasan yang paling tepat mengapa turis lokal jarang menghabiskan liburannya di Kepulauan Seribu. Selain itu, pencemaran di sejumlah pulau-pulau yang dekat dengan Jakarta, membuat keindahan taman laut semakin rusak dan tidak terjaga lagi.

Terumbu-terumbu karang yang indah diambil oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk dijual dengan harga tinggi di kota-kota besar menjadi faktor utama rusaknya keindahan laut di Teluk Jakarta ini. Coba perhatikan di sejumlah pusat perbelanjaan di ibukota belakangan ini, anda akan dengan mudah menemui sejumlah counter yang menjual aquarium yang dihiasi dengan terumbu karang dan ikan-ikan laut.

Pembangunan resort dan ramainya turis yang mengunjungi resort tersebut juga menjadi alasan lain rusaknya terumbu-terumbu karang. Apapun alasannya dan tanpa menyalahkan siapapun, kita semuanya mestinya menjaga dan memelihara kekayaan laut. Kepedulian akan lingkungan dan kelangsungan hidup biota laut, serta unsur saling memiliki sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian alam semesta ini.(Tommy Alwi/Idh)

Sumber bacaan: indosiar.com

Gara-Gara Dimarahi Orang Tua, Pelajar TK Bunuh Diri

BLORA–MIOL: Diduga gara-gara dimarahi ibunya,karena tidak mau disuruh mandi, seorang bocah siswa Taman Kanak-Kanak (TK) di Blora, Sabtu (14/5) nekad mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

Siswa itu Renaldi Sembiring (5,9 tahun) Siswa Taman Kanak-Kanak (TK) Pertiwi, Kelurahan Tempelen Kecamatan/Kota Blora Jawa Tengah.

Siswa itu ditemukan tergantung di tali plastik jemuran yang berada di kayu penyangga atap, di salah satu ruangan yang kosong, di rumah komplek Rumah Dinas Hakim PN Blora,Kelurahan Tempelen Blora.

Mengetahui anaknya dalam kondisi yang mengenaskan itu, ibu korban langsung shock. Bersama suaminya Imanuel Sembiring yang juga Hakim di PN Blora membawa Renaldi ke Rumah Sakita setempat. Namun sayang jiwa bocah tersebut tak tertolong.

Menurut keterangan. sebelum ditemukan bunuh diri, ibu korban sambil mencucui pakaian minta agar Renaldi mandi.Tetapi permintaan itu tidak segera dilaksanakan,sehingga membuat ibu marah-marah pada anaknya.

Meski dugaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri, namun petugas kepolisian setempat akan melakukan pengusutan terhadap kasus itu.

Sementara itu di Wonogiri, Jarwanto (16), murid kelas III SMP PGRI Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri, dilaporkan tewas karena gantung diri. Korban yang nekat gantung diri dengan sobekan kain diduga putus asa karena uang iuran sekolah SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan-Red)-nya nunggak selama delapan bulan.

Oleh ayahnya, uang itu sebenarnya telah diberikan. Tapi diduga habis untuk kepentingan pribadi korban, tanpa pernah disetorkan ke sekolahnya.

Lokasi yang dipakai gantung diri, berada di rumah tetangganya, Pairan, yang saat kejadian rumah dalam keadaan kosong. Korban tewas karena terlilit sobekan kain yang dia pakai gantung diri dengan diikatkan pada kayu usuk kerangka atap.

Pihak Polsek bersama Muspika dan petugas medis Puskesmas Jatiroto yang memeriksa mayat korban, tak menemukan adanya tanda-tanda kematian mencurigakan pada diri korban. Karenanya kemudian disimpulkan korban tewas karena bunuh diri dengan cara gantung diri. Setelah mendapatkan pemeriksaan, korban selanjutnya diserahkan pada orang tuanya untuk dimakamkan.

Kasus warga tewas karena gantung diri ini, menjadi tragedi kedua gantung diri di Kabupaten Wonogiri terhitung dalam sepekan terakhir ini. Sebab sebelumnya, sebagaimana pernah diberitakan, masyarakat Dusun Sigereng Desa Biting Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri, digegerkan adanya penemuan mayat korban gantung diri yang mulai membusuk.

Dari pemeriksaan identitasnya, korban dikenali bernama Sugeng Priyanto (23), warga asal Dusun Proditan RT 05/RW 02 Desa Ketintang Kecamatan Juwiring Kabupaten Klaten. Dia tewas di bawah pohon Jati di kebun milik petani Djiman (60) di Dusun Sigereng Desa Biting Kecamatan Purwantoro (sekitar 55 kilometer arah timur Kota Wonogiri).(Ant/Ol-1)

Jangan biasakan Menjepit Gagang Telpon

Tonjolan tulang dapat memutuskan saluran pembuluh darah dan memicu stroke. Peringatan berikut ini mungkin perlu di perhatikan benar oleh para sekretaris, operator, konsultan, dokter dan para karyawan yang sering menggunakan telepon. Ingat, janganlah terlampau sering melepaskan gagang telepon dari tangan anda dan meletakkannya di antara pundak dan telinga, sementara tangan
melakukan aktivitas lain. Konon, perilaku semacam itu bisa menyebabkan stroke. Demikian dikemukakan seorang ahli syaraf asal Perancis pada Jurnal Kesehatan beberapa waktu lalu.

Seorang psikiater yang biasa berbicara lewat telepon yang terjepit di
telinga kiri dan pundaknya lebih dari satu jam, dilaporkan menderita

dilaporkan menderita stroke ringan. Kejadian nahas itu terjadi akibat adanya tonjolan tulang yang memutuskan saluran pembuluh nadi. Menurut tim dokter yang meneliti kasus tersebut, pria berusia 43 tahun yang terbiasa berbicara dengan pasien-pasiennya pada mulanya sehat-sehat saja. Namun, seusai memberikan konsultasi kepada pasiennya di psikiater ini mengeluhkan kebutaan sementara pada mata kirinya, telinga kirinya pun seperti merasakan sebuah dengung. Tak hanya itu, dia pun mengaku kesulitan untuk berbicara. Kondisi ini menunjukkan bahwa dirinya menderita stroke ringan. Dari hasil pemindahan tampaklah adanya sobekan pada dinding arteri bagian dalam dari organ tubuh si pria tadi. Sobekan tadi jelas mempengaruhi saluran pengiriman darah yang menuju ke otak.

Seperti diketahui, pada tubuh manusia terdapat dua kelenjar arteri yang bertugas menyalurkan darah yang mengandung oksigen dari jantung menuju kepala dan leher. Kedua saluran arteri tersebut naik di kedua sisi leher, dari jantung menuju otak. Pada gambar scanning tampaklah adanya sebuah peruncingan tulang yang lazim di sebut sebagai proses stiloid, yang menyebabkan adanya kontak antara tulang (pada bagian leher) dengan arteri.

Sebenarnya, setiap orang memiliki dua tulang stiboid ini. Keduanya
menonjol dari dua sisi tulang tengkorak,tepat di bawah telinga dan di
belakang tulang rahang. Namun, tulang yang dimiliki psikiater tadi lebih
panjang dari biasanya.

Mathieu Zuber, ahli syaraf dari rumah sakit Saint Anne, Paris mengatakan “Untungnya pasien ini hanya mengalami serangan insemik berkala, atau terjadi penghentian suplai darah menuju otak yang kurang dari 24 jam”. Dengan begitu, hanya stroke ringanlah yang menyerang psikiater yang biasa bertelepon dengan pasiennya tadi.”Namun, kejadian ini menunjukkan kepada kita bahwa aktivitas setiap hari yang melibatkan penyimpangan agak lama di bagian leher, seperti menggunakan telepon dengan menghimpit antara telinga dan pundak, bisa menimbulkan masalah yang tidak terduga bagi sebagian orang,” tambahnya. Ia menambahkan, psikiater tersebut tidak mengalami gejala stroke terlalu lama.

Namun, sejak kejadian itu, ia tidak mau lagi melakukan pembicaraan dengan cara menghimpit telepon di antara telinga dan pundaknya saat melayani keluhan pasien-pasiennya.oleh sebab itu mulai dari sekarang hilangkan kebiasaan tersebut “lebih baik mencegah sebelum hal itu terjadi pada kita semua”.

Robot yang Mampu Berkembang Biak

Kompas, Mengembangbiakkan robot bukan hal yang mustahil dilakukan. Para peneliti di Cornell University, Amerika Serikat tengah merancang robot sederhana yang mampu berkembang biak. Pada penelitian tersebut dikembangkan robot yang mampu membangun tiruan robot dari elemen-elemen yang membentuknya.

Dalam jangka panjang, para peneliti berencana mendesain robot yang terbuat dari ratusan modul-modul dasar. Robot tersebut dapat memperbaiki diri jika terdapat salah satu bagian yang rusak satau gagal berfungsi. Modul-modul dasar yang diperlukan bekerja sama untuk menyusun bentuk semula agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

Pada tahap pengembangan awal, robot hanya terdiri atas empat modul kubus bersisi 10 centimeter. Setiap unit berisi kode komputasi yang menyimpan memori berisi bentuk robot secara keseluruhan dan program replikasi. Selain itu, terdapat rangkaian elektronika yang menjalankan perintah untuk berhubungan dengan modul lain dan elektromagnet untuk membentuk formasi yang diinginkan.

Dengan cara berbalik atau bergerak, kubus-kubus tersebut dapat menyusun bentuk robot sesuai program yang telah ditanamkan. Modul-modul tersebut dapat menentukan ke arah mana harus bergerak dan saling menumpuk sesuai kebutuhan. Keempat modul mampu menyusun bentuk tiruan dalam waktu 2,5 menit. Selanjutnya, robot hasil tiruan dapat diperbanyak dengan elemen-elemen yang lain.

Model yang dibuat memang baru mendemonstrasikan sebuah ide saja. Namun Hod Lipson, peneliti dari Cornell University di Itacha, New York telah merencanakan untuk mengembangkan modul-modul tersebut.

“Aplikasi untuk keperluan penjelajahan ruang angkasa adalah salah satu sumber inspirasi. Bayangkan jika Anda mengirim robot ke salah satu bulan Jupiter, kemudian robot rusak. Praktis saat itu juga misi selesai,” kata Lipson.

“Dengan modul-modul tersebut, Anda seperti memiliki sistem robotik yang dapat beradaptasi, atau memperbaiki diri sendiri di tempat yang jauh dari kita. Suatu ketika penelitian ini akan berkembang lebih sempurna,” lanjutnya.

Aplikasi lain kelak dapat dipakai pada areal pertambangan di dalam tanah atau fasilitas nuklir. Para peneliti telah mempelajari seluruh aspek yang diperlukan dalam proses evolusi untuk mendesain robot tersebut.

Kelak jika dikombinasikan dengan proses biologis, proses replikasi dan perbaikan yang lebih komplek akan digunakan lebih meluas dalam bidang robotika.

Dasar peneliti, terobosan baru memang bisa berawal dari ide gila. Membuat robot yang mampu berkembang biak dengan caranya sendiri bukanlah sesuatu yang mustahil.(bbc.co.uk/Rtr/Wah)